April 15, 2026
JAKARTA — Lebih dari seratus hari pascabencana banjir bandang dan longsor yang melanda wilayah Sumatra, proses pemulihan di sejumlah daerah terdampak masih terus berlangsung. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga kini masih terdapat sekitar 10.400 pengungsi di Provinsi Aceh dan 850 pengungsi di Provinsi Sumatra Utara. Sementara itu, Provinsi Sumatra Barat dilaporkan sudah tidak lagi memiliki pengungsi.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan bantuan dan dukungan bagi para penyintas masih sangat besar, khususnya dalam penyediaan hunian yang layak selama masa pemulihan. Menjawab kebutuhan tersebut, PT Agung Podomoro Land Tbk. bersama Dompet Dhuafa menghadirkan bantuan Rumah Sementara (RUMTARA) bagi masyarakat terdampak banjir dan longsor di Aceh.
Pada Rabu, 8 April 2026, Dompet Dhuafa menerima secara simbolis bantuan kemanusiaan dari Agung Podomoro Land untuk mendukung pembangunan RUMTARA di wilayah terdampak. Penyerahan bantuan dilakukan oleh AVP of Corporate Human Resource Agung Podomoro Land Tbk., Hidayat Bakri, kepada Direktur Resource & Mobilization Dompet Dhuafa, Etika Setiawanti.
Bantuan tersebut berasal dari donasi dan kepedulian para karyawan Agung Podomoro Land dan Agung Podomoro Group yang secara bersama-sama menggalang dana untuk membantu mempercepat proses pemulihan para penyintas bencana di Aceh.
Head of Performance Development & Talent Management Division Agung Podomoro Land, Binafita Merianti, menjelaskan bahwa program pembangunan rumah sementara dipilih karena dinilai menjadi salah satu kebutuhan paling mendesak bagi masyarakat terdampak pascabencana.
“Kebetulan program yang diberikan adalah pembangunan Rumah Sementara. Menurut kami, itu adalah kebutuhan yang paling diperlukan saat ini. Kami memikirkan bagaimana kondisi masyarakat setelah bencana dan bagaimana mereka dapat kembali memiliki tempat tinggal yang lebih layak,” ujarnya.
Sebanyak tujuh unit RUMTARA dibangun di Kampung Durian, Rantau, Aceh Tamiang. Program ini lahir dari inisiatif para karyawan yang secara sukarela menggalang bantuan sejak bencana terjadi. Dana yang terkumpul kemudian disalurkan melalui Dompet Dhuafa yang dinilai sebagai lembaga amanah dan terpercaya dalam penyaluran bantuan kemanusiaan.
Menurut Kepala Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa, Shofa Qudus, pembangunan RUMTARA difokuskan pada dua wilayah yang mengalami dampak paling parah, yakni Pidie Jaya dan Aceh Tamiang. Hingga saat ini, masih banyak penyintas yang tinggal di tenda pengungsian dan membutuhkan tempat tinggal sementara yang lebih aman dan nyaman.
Dompet Dhuafa sendiri menargetkan pembangunan sebanyak 1.000 unit RUMTARA yang akan tersebar di tiga provinsi terdampak paling parah, yaitu Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Penentuan lokasi pembangunan dilakukan secara kolaboratif bersama pemerintah daerah agar bantuan dapat tepat sasaran.
“Masih banyak masyarakat yang tinggal di tenda hingga saat ini, terutama di Aceh Tamiang yang menjadi wilayah paling terdampak. Alhamdulillah, pembangunan rumah sementara sudah selesai dan dapat membantu proses pemulihan dengan memindahkan penyintas dari tenda ke tempat tinggal yang lebih nyaman,” jelas Shofa.
Agung Podomoro Land menyatakan dukungan penuh terhadap program ini karena melihat kebutuhan hunian sebagai aspek yang sangat penting dalam fase pemulihan pascabencana. Selain itu, perusahaan juga mempertimbangkan rekam jejak Dompet Dhuafa sebagai lembaga sosial yang telah dipercaya masyarakat dalam berbagai program kemanusiaan.
Hidayat Bakri menyampaikan bahwa bantuan yang diberikan merupakan bentuk nyata kepedulian karyawan terhadap masyarakat terdampak bencana.
“Bantuan ini murni berasal dari dana karyawan yang kami salurkan untuk pembangunan rumah sementara. Kami berharap bantuan ini bisa memberikan manfaat jangka panjang bagi para penyintas. Terima kasih kepada Dompet Dhuafa yang telah membantu menyalurkan amanah ini, meskipun jumlahnya baru tujuh unit,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Resource & Mobilization Dompet Dhuafa, Etika Setiawanti, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan dan kolaborasi yang terjalin bersama Agung Podomoro Land. Menurutnya, sinergi antara dunia usaha dan lembaga kemanusiaan menjadi langkah penting untuk mendukung pemulihan masyarakat terdampak bencana secara berkelanjutan.
“Terima kasih atas amanah yang diberikan kepada Dompet Dhuafa. Kami berharap kolaborasi ini menjadi awal sinergi yang baik untuk terus mendampingi masyarakat terdampak di Sumatra hingga mereka benar-benar dapat mandiri kembali. Tidak hanya memastikan mereka memiliki tempat tinggal, tetapi juga membantu mereka kembali berdaya,” kata Etika.
Melalui program pembangunan RUMTARA ini, Agung Podomoro Land bersama Dompet Dhuafa berharap para penyintas banjir dan longsor di Aceh dapat menjalani masa pemulihan dengan lebih aman, nyaman, dan bermartabat sambil menata kembali kehidupan mereka pascabencana.
Ingin menjadi bagian dari kawasan yang terus tumbuh dan berkembang?
Temukan pilihannya di: booking.agungpodomoro.com